Shawn Crahan, pemain perkusi Slipknot yang juga dapat dianggap sebagai gembong band nu metal tersebut, telah mengonfirmasi bahwa bandnya berencana untuk merekam sebuah album baru, seperti dilaporkan oleh NME.

Crahan, yang juga memiliki proyek sampingan bernama The Black Dots of Death, menjelaskan, “Ada rencana untuk membuat album baru, namun kami tidak akan memaksakannya untuk selesai dalam waktu singkat, karena album ini akan menjadi album yang besar. Akan terdengar seperti Iowa, namun lebih sedih dan lebih sinting. Album ini akan sangat merangsang pemikiran, bahkan tergolong konseptual.”

Padahal, sebelumnya aroma pembubaran Slipknot telah tercium pasca kematian basis mereka, Paul Gray, pada 24 Mei 2010 karenan overdosis morfin dan fentanyl. Setelah kejadian itu, Slipknot menjalani hari-hari yang tidak mudah. Mereka selalu menunjukkan inkonsistensi tiap kali berbicara soal masa depan band yang dibentuk pada 1995 oleh Paul Gray tersebut.

Vokalis Corey Taylor sempat menyatakan bahwa tanpa Gray, Slipknot tidak ada. “Aneh bagi saya untuk memikirkan masa depan Slipknot tanpanya,” kata Taylor kepada Caller.com, sebelum menambahkan bahwa ia tidak memikirkan soal rencana album baru Slipknot.

Bahkan, Taylor juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk membubarkan Slipknot setelah mereka merampungkan tur musim panas lalu dengan berkata, “Saya bukan orang yang yang suka menutup-nutupi. Saya bukan orang yang akan menyuapi harapan palsu kepada penggemar, terutama mengenai hal ini. Jika tur ini tidak berjalan dengan baik, band ini akan usai. Dan saya tidak akan berbohong. Saya bukan orang yang akan membohongi penggemar.”

Namun di lain pihak, drummer Joey Jordison, mengatakan sebelum tur dijalankan bahwa tur tersebut akan menampilkan konser-konser terbaik yang pernah mereka lakukan.

Disc jockey Slipknot, Sid Wilson, juga sempat berkata dengan bijak, “(Kondisi Slipknot) Ini adalah sebuah hal yang rumit. Saya harap saya dapat memaniskannya dengan berkata bahwa semuanya tenang dan semuanya akan menjadi hebat, tapi ini adalah sebuah pertempuran konstan. Kami telah melakukan ini untuk waktu yang cukup lama jadi terdapat banyak perubahan di dalam diri banyak orang. Saya rasa semuanya tergantung kepada bagaimana kami bergaul selama kami melakukan tur.”

“Saya pikir hal terpenting adalah untuk mengingat bahwa Slipknot akan selalu ada, dengan atau tanpa orang-orang di band ini, dan saya rasa hal tersebut telah dibuktikan sejak kematian Paul dan banyaknya jumlah dukungan yang kami dapat dari para penggemar dan betapa hebatnya Paul saat ini dalam bentuk roh. Dan kami akan selalu menjadi Slipknot. Saya mencintai mereka seperti keluarga saya sendiri, mereka adalah saudara-saudara saya. Jadi saya tidak memiliki apa-apa selain cinta untuk semuanya dan harapan besar untuk masa depan,” tambah Wilson.

Slipknot akan merilis ulang album kedua mereka, Iowa, pada 31 Oktober mendatang dalam rangka ulang tahun album tersebut yang ke-10.

By.RollingStone Indonesia