Burgerkill, band cadas kelas internasional asal Ujungberung, Bandung mengaku kagum dengan crowd Banjarmasin terlebih adanya talenta vokalis perempuan, Sarah, penyanyi band metalcore asal Banjarbaru, New Day Is Over (NDIO).

“Asli, Banjarmasin keren banget. Apalagi ada Sarah yang suaranya luar biasa.. Ga nyangka bisa main di sini. Maklum saja biasanya kita biasa kontak anak-anak di sini lewat komunitas,” ujar Ebenz, gitaris Burgerkill usai manggung.

Di LA Lights Indiefest Festive Sound, di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Burgerkill tampil panggung dengan konsep Venomous Venus yang mempertemukan mereka dengan dua musisi perempuan. Sang vokalis Vicky, Ebenz, Agung (gitaris), Andris (drum) dan Ramdan (bas) berkesempatan berkolaborasi dengan Sarah membawakan tembang ‘House of Grid’, kemudian diiringi sayatan biola Achi (She) membawakan lagu ‘Tiga Titik Hitam’. Tapi yang menarik, kepada Tim LA Lights Indiefest, Ebenz menyatakan Burgerkill sudah siap tur internasional lagi. “Februari 2012, kita ikut Sunday Festival di enam negara bagian Australia. Dimulai dari Sydney dan terakhir Perth.”

Ga hanya negeri Kangguru yang bakal mereka sambangin, pertengahan 2012, Burgerkill siap manggung di Belanda. Emang jadi kebanggan tersendiri buah Burgerkill bisa selalu mengibarkan bendera Merah Putih kemana pun mereka tampil.

Tampil di ajang internasional, bukan pengalaman pertama Burgerkill. Pada 2009, mereka mengguncang Negeri Kanguru lewat panggung Soundwaves Festival di Perth, Australia Barat.

Trus di 2010, band yang dibentuk pada 1995 itu main di perhelatan Big Day Out, festival musik terbesar dan termegah di daratan Australia.

By.La Indiefest http://www.la-lights.com